BUKU BARU DARI GERAKBUDAYA - SEPTEMBER 2011


Ngeri
Gina Yap Lai Yoong
Publisher: Buku Fixi
Year: 2011
ISBN: 9789671038451
231 Pages
RM16.00 / S$11.20

 

Joanne, Samuel dan Rehan tiga sekawan mahasiswa filem yang bercita-cita besar untuk maju sehingga ke Hollywood. Kegilaan mereka: menghasilkan skrip-skrip yang menampilkan pembunuhan sadis. Skrip-skrip mereka selalunya ditolak oleh profesor, yang merasakan ceritanya tak berasaskan logik. Namun, segalanya berubah menjadi menggerunkan apabila berlaku siri pembunuhan sebenar yang mirip skrip-skrip mereka. Trio itu saling mencurigai. Apabila pembunuhan semakin mendekati persekitaran universiti, keadaan bertukar cemas. Adakah pembunuh NGERI itu sememangnya salah seorang daripada mereka?

 

What Really Happened 9 July 2011
Edited by Nathaniel Tan
Publisher: Kinibooks
Year: 2011
ISBN: 9789671004425
209 Pages
RM30.00 / S$21.00
*Bilingual/Dwi-bahasa (English/Bahasa Melayu)

 
“Three things cannot long remain hidden: the sun, the moon and the truth.” What really happened at the Bersih 2.0 peaceful rally in Kuala Lumpur on the 9th of July, 2011? This bilingual book features eyewitness accounts from Malaysians who were there, selected from Malaysiakini, Loyarburok, Facebook, blogs and Twitter. The writers were patriotic enough to brave severe warnings and a heavy clampdown by a government that did not seem to want to hear them – Malaysians who answered the call of duty to our future generations, and risked their comfort and well being so that they could tell their children and grandchildren: when it mattered the most, we stood up and were counted. In their stories, we see Malaysians transcend politics to unite for a cause that is the right of every single Malaysian, regardless of their ideology or background – a right to clean and fair elections. As these stories tell, something beutiful was born on that 9th of July. That spirit of unity, patriotism, and concern for our fellow Malaysians continues to burn in the hearts of those who wrote these stories, those who read them, and those whom we share them with.


 

Memahat Lekukan Sejarah: Sebuah Travelog BERSIH 2.0
Edited by Riduan Mohamad Nor
Publisher: Jundi Resources
Year: 2011
ISBN: 9789675968129
181 Page
RM18.00 / S$12.60

 

Travelog ini diluncurkan kepada khalayak untuk menjiwai gejolak jiwa tertindas, dengan kezaliman yang semakin membuncah. Juga untuk meluaskan ufuk pembacaan generasi muda di negara ini, untuk apa sebuah harga pengorbanan yang ditunjukkan dalam bantahan awam paling sengit di negara ini yang terakam di langit sejarah. BERSIH 2.0 merupakan kempen untuk menuntut pemulihan demokrasi yang sedang rabak di negara ini yang tenatnya setanding dengan Zimbabwe dan Myanmar. Bantahan awam ini semenjak awal lagi dimomok sebagai ‘rancangan untuk menggulingkan kerajaan secara revolusi’, maka tindakan keras daripada pihak keselamatan tak terjangkau dek akal, seolah Malaysia diambang peperangan. Buku ini menggabungkan pelbagai penulis dengan pengalaman yang berbeza, menuang pengalaman yang diperolehi dan menuangkannya di atas lembaran-lembaran kertas untuk dikunyah oleh pembaca. Pengalaman adalah untaian ilmu yang dihirup seumur hidup, tanpa jemu dan lelah terus mengejar manusia. Ia juga adalah guru yang paling berharga, maka atas justifikasi inilah, mengapa penerbit merasakan pengalaman mahal ini wajib dirakamkan untuk tatapan generasi akan datang.

 

Menegak Agama Membela Bangsa: Perjuangan Pas 1951– 1970
Dr Ismail Said
Publisher: Unit Buku Harakah
Year: 2011
ISBN: 9789833172375
294 Pages
RM30.00 / S$21.00

“ Setelah mencapai kemerdekaan sampailah kita kepada peringkat perjuangan mengisi kemerdekaan, dari sini bermulalah peringkat kedua perjuangan kita, peringkat jangka panjang perjuangan PAS. Sebagai sebuah parti yang berideologi, kita berazam hendak mengisi kemerdekaan itu dengan ideologi kita sendiri, iaitu ideologi Islam atau Islamisme. Kita percaya dengan Islam sahajalah negara kita dan umat kita dapat dibawa ke arah keselamatan dan kebahagiaan yang sebenar-benarnya. Dengan lain-lain perkataan bahawa tugas kita yang terpenting sesudah tercapainya kemerdekaan ialah berikhtiar supaya undang-undang dan peraturan yang diamalkan dalam masyarakat dan dalam pemerintahan negara, sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah. Dengan itu barulah ada nilainya Islam itu sebagai agama pembimbing hidup kemanusiaan.” – Prof Zulkifli Mohamad

 

 

Yes, Jom Ubah! : Kembara Bergambar Pilihan Raya Negeri Sarawak 2011
Wong Ho Leng
Publisher: The Rocket
Year: 2010
ISBN: 9789839820447
37 Pages
RM8.00 / S$5.60
*Bilingual/Dwi-bahasa (Iban/Bahasa Melayu)

Sewaktu pilihan raya negeri Sarawak 2011, kita telah menjadi saksi kepada kuasa rakyat di Sarawak untuk "ubah" yang menghapuskan sama sekali mitos kononnya Sarawak adalah negeri "simpanan tetap" Barisan Nasional. "ubah" - simbol kesayangan pilihan raya negeri Sarawak - telah memecahkan tembok kaum dan umur untuk menyampaikan mesej perubahan sampai ke akar umbi. Ia melambangkan perubahan sikap rakyat, daripada pemerhati yang tidak pedulikan isu politik kepada peserta yang berminat umtuk berubah, yang telah membentuk gerakan rakyat yang lahir dari akar umbi. Buku bergambar ini menjadi saksi kepada gelombang perubahan politik yang menjadi catatan penting buat sejarah politik Sarawak yang berani dan berjiwa besar.

Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta
Rachmat Ruchiat
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2011
ISBN: 9786029625622
143 Page
RM32.00 / S$22.40

 

Siapa bilang nama Luar Batang berasal dari peristiwa ajaib habib sakti yang keluar dari kurung batang saat digotong ke pemakamam? Kata siapa nama Pluit berasal dari peluit atau roti seperti yang sering disebut-sebut? Apa betul Bidara Cina itu berasal dari banjir darah pembantaian orang-orang Cina yang terlibat pemberontakan Cina 1740? Benarkah Jatinegara itu kampung leluhur orang Betawi? Mengapa ada kampung dengan nama Japad, Tiang Bendera. Lantas mengapa ada Kampung Ambon, Kampung Bugis, Kampung Bali, Kampung Jawa, Kampung Bandan? Temukan semua jawabannya dalam buku ini dan puluhan lagi sejarah asal-usul nama tempat lainnya di Jakarta.



Berbekal kekayaan sumber, tetapi dalam format ringkas dan populer, Rachmat Ruchiat sebagai pengamat sejarah Jakarta akhirnya bukan sekadar menyajikan asal-usul nama-nama tempat di Jakarta. Ia lebih jauh lagi memberikan gambaran mengenai perkembangan sejarah Jakarta sebagai kota yang kaya dengan keragaman budaya dan jejak sejarah. Penelusurannya secara kronologis mulai abad ke-15 sampai abad ke-20, tidak hanya memperlihatkan perubahan geografi dan demografi Jakarta, melainkan juga perubahan sosial, budaya, politik dan ekonomi. Deskripsi dan analisis sejarah semakin dikuatkan dengan sejumlah gambar dan peta kuno yang ada di dalam buku ini.

 

Bandung Awal Revolusi 1945-1946
John R.W. Smail
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2011
ISBN: 9789791867122
208 Pages
RM25.00 / S$17.50

 

Bandung Awal Revolusi adalah penelitian pertama mengenai sejarah lokal dalam period revolusi Indonesia. Kisahnya mengenai peristiwa-peristiwa di dalam dan sekitar Bandung selama period Agustus 1945-Maret 1946 sangat menarik dan mengungkap berbagai aspek dalam sejarah revolusi Indonesia yang sampai sekarang hanya sedikit diperhatikan. Dalam Bandung Awal Revolusi kita akan menemukan cerita-cerita unik pada awal masa Revolusi di Bnadung mulai dari rivalitas orang Sunda dan orang non-Sunda, "camat perjuangan" yang berambut panjang dan selalu berpakaian santai, hingga bungkusan-bungkusan dari daun yang dibawa berperang untuk menyimpan mayat-mayat prajurit Gurkha.

 

Ibu Pergi ke Surga: Kumpulan Lengkap Cerpen Sitor Situmorang
J J Rizal
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2011
ISBN: 9789793731889
218 Pages
RM26.00 / S$18.20

 

" tak ada satu pun kalimat yang tak berwujud pengamatan yang cemerlang; dalam arti tertentu beberapa cerpen Sitor adalah sebuah masterpiece." -- Denys Lombard dalam Histoires Courtes d'Indonesie

" dalam kesusastraan Indonesia modern, sejumlah cerpen Sitor tidak ada bandingannya… pantas memperoleh tempat dalam sebuah antologi cerita pendek modern Barat". -- A. Teeuw dalam Modern Indonesian Literature I

"salah seorang cerpenis Indonesia terpenting yang memungkinkan kita dari cerpen-cerpennya memperoleh nilai tambah pengetahuan latar belakang kebudayaan, di samping, kita juga bisa belajar dari pengalaman tokoh-tokohnya." -- Harry Aveling dalam Rumah Sastra Indonesia


Nil sampai Ji: Salafy Jihadisme di Indonesia
Solahudi
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2011
ISBN: 9789793731957
293 Pages
RM28.00 / S$19.60

 

Buku ini mengisi kekosongan studi sejarah Negara Islam pasca kekalahan DI/TII pada 1962 dan berhasil membuka "jeroan" gerakan Darul Islam pasca 1962 serta JI sebagai organisasi "sempalan" DI/TII. Berbagai kasus yang melibatkan gerakan jihad ini, yang selama ini masih samar, seperti kasus Komando Jihad, Teror Warman, Gerakan Usroh, pelatihan militer di Afghanistan hingga Bom Bali 2002 dipaparkan secara rinci. Buku ini juga menggambarkan bagaimana paham yang mirip dengan ajaran salafy jihadisme sudah berurat akar di kalangan DI. Paham-paham ini diajarkan Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo kepada para pengikutnya di Darul Islam. Itu juga salah satu alasan kenapa paham yang kerap dikaitkan dengan Al Qaida ini bisa menemukan tanah yang begitu subur di Indonesia. Tak hanya itu, digambarkan juga bagaimana ajaran jihad ala Kartosuwirjo ini berevolusi menjadi ajaran salafy jihadisme ala Abdullah Azzam dan Usamah bin Laden.

Semiotik & Dinamika Sosial Budaya
Benny H. Hoed
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2011
ISBN: 9789793731872
317 Pages
RM32.00 / S$22.40


Edisi kedua ini menjadi lebih penting karena memberikan delapan artikel baru dengan perspektif semiotik budaya yang terpaut dengan kajian yang sedang tren, semisal semiotik ruang, industri kreatif, dan identitas. Di sini, terlihat kapasitas penulis ketika merespon kompleksitas penandaan dalam periklanan beserta respon masyarakat atas kerumitan tersebut. Ada kecenderungan yang menarik dari penulis buku ini untuk senantiasa melihatnya dari "tegangan" antara " prinsip-prinsip supraindividual" ala Umberto Eco yang masih mengisyaratkan jejak-jejak sintagmatik dan paradigmatik Saussure dan semiosis pragmatik Peirce. -- Tommy Christomy, PhD Koordinator dan pengajar Seminar Teori dan Metodologi Kajian Budaya (S3), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI


 


 

G30S 1965, Perang Dingin dan Kehancuran Nasionalisme: Pemikiran Cina Jelata Korban Orba
Ben Anderson
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9789793731865
587 Pages
RM45.00 / S$31.50

 

Meskipun buku ini berangkat dari pengalaman hidup Tan Swie Ling, seorang eks tapol G30S, tetapi penulis tidak cerita sedikit pun tentang orang tua, tempat kelahiran, sekolah, aktivitas-aktivitas politiknya ketika masih muda, dsb. Riwayat hidupnya "dimulai" pada 1 Oktober 1965, ketika dia dapat berita tentang G30S. Saat dia harus mulai sembunyi dan membantu mencari tempat aman untuk Ketua PKI terakhir, Sudisman. Lantas akhir tahun 1966, keduanya ditangkap karena Ketua Komisi Verifikasi PKI dan anggota CC, Sujono Pradigdo yang takut disiksa. Selama 13 tahun, dia dipenjara sambil disiksa secara buas dan sadis. Setelah lepas, dia-seperti eks tapol lainnya-harus mengalami segala macam penghinaan, diskriminasi, ancaman dan pemerasan. Tetapi dia tidak patah hati, otaknya tidak ambruk, semangat dan disiplinnya tetap utuh. Dan inilah refleksinya atau G30S, awal dari kehancuran nasionalisme Indonesia dan Indonesia itu sendiri.


Kebudayaan Indis: Dari Zaman Kompeni sampai Revolusi

Djoko Soekiman
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2011
ISBN: 9789793731971
185 Pages
RM30.00 / S$21.00

 

Secara luas dan mendalam Djoko Soekiman mengajak setiap pembaca buku ini menyaksikan bulan madu perkahwinan budaya Jawa dengan Eropa di tengah situasi perang penaklukan Belanda yang penuh kekerasan dan gencer dilakukan sepanjang abad XVII-XX. Buahnya adalah yang kemudian sohor disebut kebudayaan Indis. Kebudayaan Indis memang lahir akibat kebiasaan hidup membujang para prajurit dan pejabat Belanda di Hindia Belanda. Ketiadaan wanita Eropa mendorong mereka mengambil perempuan Pribumi sebagai pasangan. Alhasil bukan saja anak tetapi juga gaya hidup dan budaya campuran yang meliputi aspek kehidupan dan budaya dalam arti luas. Mulai dari bangunan indische stijl, perabotan meubilair, makanan rijstaffel, bahasa petjoek, busana baju monyet, musik tanjidor, teater komedi stamboel, sastera Indo sampai peranan jongos dan babu di dapur, botol cebok di kamar mandi serta dutch wife di kamar tidur. Semasa lahirnya dicap rendah, tapi juga ditiru di kalangan priyayi dan pejabat tinggi kolonial. Bahkan setelah Terusan Suez dibuka dan wanita Belanda banyak datang, ada upaya totokisasi terhadap orang kulit putih di Hindia Belanda tetapi semua gagal, malahan kebudayaan percampuran semakin merajalela. Semua terekam lengkap dengan gaya bahasa yang populer dan sejumlah ilustrasi berupa lukisan serta gambar, membuat buku yang kaya kepustakaan ini bukan saja semakin mudah dipahami tetapi juga menguatkan imajinasi historis pembaca.


Peradaban Jawa: Dari Mataram Kuno Sampai Majapahit Akhir
Supratikno Rabardja
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2011
ISBN: 9789793731902
559 Pages
RM45.00 / S$31.50



Karya ini patut mendapat penyimakan dari siapa pun yang mempunyai perhatian kepada sejarah dan sejarah kebudayaan Jawa, malah lebih jauh lagi sejarah dan sejarah kebudayaan Indonesia. Sebab kajian ini menggambarkan hampir secara holistik peradaban masyarakat Jawa Kuno yang memainkan posisi penting di Nusantara selama delapan abad, mulai adab ke-8 sampai abad ke-15. Dengan ketekunan seorang sejarawan dan ketelitian seorang arkeolog, Supratikno telah menghimpun ribuan data, termasuk hal-ihwal 'remeh' kehidupan sehari-hari pada masa Jawa kuno. Hasilnya adalah mosaik kaya warna yang menghimpun data delapan abad tentang peradaban Jawa Kuno. Memang tidak banyak ide teoretik cemerlang dalam buku ini, tapi banyak sorotannya yang bisa membuka cakrawala baru tentang kebudayaan dan masyarakat Jawa Kuno. Supratikno dengan bukunya ini telah masuk dalam bagian dari sedikit ilmuwan Indonesia yang mengupas secara menyeluruh dan terpadu sejarah kebudayaan Jawa dalam arti luas. Teristimewa lagi karena penulis memusatkan pembahasannya pada dinamika peradaban, yakni kecendurangan perubahan dan pola konfigurasi pranata-pranata (politik, agama, dan ekonomi) dari zaman ke zaman.

 

Singapura Tempo Doeloe 1819-1942
John Bastin
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2011
ISBN: 9789793731964
337 Pages
RM36.00 / S$25.20

 

Sejak didirikan Sir Stamford Raffles pada 1891, Singapura segera menarik perhatian para pelancong. Kota itu dijadikan persinggahan sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke wilayah Asia yang lain. Banyak kesan istimewa dikisahkan para pengunjungnya. Dalam buku ini, John Bastin, pakar sejarah Asia Tenggara, telah memilih kisah-kisah terbaik dari pelbagai sumber yang mampu mengajak pembaca mengikuti perkembangan Singapura sejak didirikan sampai Jepang menduduki kota ini pada 1942. Membaca buku ini bukan saja diajak mengikuti perkembangan Singapura dari masa ke masa, dari sebuah koloni kecil Inggris hingga menjelma sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Lebih jauh lagi mengenali ragam akar etnis budaya yang membentuk Singapura sebagai kosmopolitan dunia di Timur, sebagaimana tercermin dalam pelbagai kisah yang menegangkan, seringkali lucu bahkan konyol. Sebut saja, kisah Orchard Road yang sekarang tempat wisata sohor dan sangat menyenangkan itu ternyata pada awal abad ke-20 adalah permukiman Cina yang jorok dan bau. Perairan Singapura juga harus dihindari karena banyak perompak Melayu mengintai dan siap menyergap. Ada pula tentang orang-orang Eropa yang kebingungan dengan kebiasaan mandi memakai gayung, harimau yang mencuri daging domba dari dapur penduduk, atau penarik rickshaw yang sengaja membawa penumpang berkeliling hingga tersesat demi mendapatkan bayaran lebih. Imajinasi historis pembaca atas cerita-cerita itu semakin dikuatkan oleh sejumlah besar gambar dan foto sezaman yang menghiasi buku ini.


Sumatera Tempo Doeloe: Dari Marco Polo sampai Tan Melaka
Anthony Reid
Penerbit: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9789793731940
423 Pages
RM40.00 / S$28.00

 

Buku ini berisi dokumen vital bagi rekonstruksi sejarah Sumatera. Dipilih dan disusun oleh pakar sejarah Sumatera terkemuka, Anthony Reid, membuat kumpulan catatan perjalanan para penjelajah yang pernah menginjakkan kaki secara langsung ke tanah Sumatera ini menjadi perkisahan memukau tentang periode panjang sejarah Sumatera dari abad ke-9 sampai ke-20. Meskipun tidak menceritakan sejarah Sumatera secara runtun, buku ini mengelompokkan catatan-catatan perjalanan tersebut dalam topik-topik tertentu sehingga dapat diperoleh gambaran umum tentang perubahan sosial, budaya, agama, maupun politik di Sumatera. Oleh karena itu, buku ini dapat menjadi sejenis 'pengantar' yang bisa dipakai sebagai media paling cepat untuk memasuki ruh Sumatera. Namun, buku ini tidak hanya berisi uraian umum perihal kondisi Sumatera. Dimasukkan juga pengamatan atas seluk-beluk daerah yang dikunjungi maupun tingkah polah masyarakatnya, sehingga memberikan warna tersendiri. Tak ayal, pembaca buku ini akan menemukan banyak uraian yang tidak muncul dalam tulisan-tulisan sejarah yang sifatnya resmi, misalnya penggambaran Marco Polo yang menyangka menemukan unicorn di Sumatera. Lain lagi dengan John Davis, petualang Inggris yang menggambarkan Sultan Alau'ddin Ri'ayat Syah al-Mukammil dengan sangat karikatural sebagai Sultan Aceh yang " tidak melakukan apa pun sepanjang hari selain makan dan minum". Ada pula kesaksian-kesaksian yang bikin ketawa, seperti ketika Friedrich Schnitger menggambarkan permusuhannya dengan raja lokal gara-gara kesal profesinya sebagai antropolog dicemooh dengan julukan 'dokter batu'. Catatan yang dibuat Reid pada setiap kesaksian yang dipilih bukan saja akan memudahkan setiap pembaca mengenali sosok si pemberi kesaksian dan memahami konteks zaman ketika kesaksian dibuat, tetapi juga bagaimana menafsirkan ulung dan mencermati secara kritis kesaksian yang diberikan, sehingga pembaca tidak sekadar bernostalgia ke Sumatera Tempo Doeloe.


AirLangga: Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI
Ninie Susanti
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9789793731803
303 Pages
RM32.00 / S$22.40

 

Biografi ini mengisahkan Airlangga. Dialah raja diraja Jawa abad XI. Raja bergelar Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmmawansa. Airlangga Anantawikramottunggadewa ini bukan saja menginspirasikan raja-raja besar sesudahnya pada zaman Kerajaan Janggala dan Panjalu, tetapi juga raja-raja di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Melalui pembacaan prasasti dan karya sastera, arkeolog Ninie Susanti yang terlatih dalam epigrafi menyusuri peranan Airlngga dalam memerintah rakyatnya dan menjalankan pembaharuan kehidupan sosial, ekonomi, politik dan agama pada masanya. Terlebih menarik adalah dikisahkan pula ihwal peristiwa pralaya yang melanda Jawa saat itu. Dari kehancuran yang di catat prasasti sebagai " kiamat" Jawa dan mengakhiri kerajaan Mataram Kuno itulah yang disebutnya menjadi titik awal kehadiran Airlangga. Ia sebenarnya tidak berhak atas tahta, tetapi dikehendaki oleh rakyat dan pemuka agama. Airlangga hadir dan berhasil menegakkan hegemoninya. Ia tidak hanya membangun dari awal, tetapi juga menyingkirkan para pesaingnya.

 

Belajar Memahami HAM

Zeffry Alkatiri
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9789792516432
120 Pages
RM20.00 / S$14.00

 

Dewasa ini, isu-isu tentang Hak Asasi Manusia semakin ramai dan seksi dibicarakan, baik oleh kalangan akademisi, politisi, militer, maupun aktivis. Untuk memahami HAM dibutuhkan kajian yang komprehensif, cermat dan berimbang. Mengkaji HAM dengan perspektif yang lebih luas adalah suatu upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusian. Konsep HAM yang berbeda tentu saja mengakibatkan praktik penerapan yang berbeda pula. Belum lagi beragamanya tafsir HAM yang semakin meramaikan perdebatan tentang apa saja dan bagaimana melindungi hak asasi. Perjuangan HAM adalah perjuangannya yang tak terlepas dari konteks sejarah. Karenanya pendekatan sejarah untuk memahami HAM menjadi sedemikian penting. Pandangan HAM dari dimensi sosial, politik dan budaya juga dikupas oleh penulis. Sehingga buku kecil ini cukup mumpuni untuk dijadikan acuan ketika membicarakan HAM.

 

Kahlil Gibran di Indonesia

Eka Budianta
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9789792516449
175 Pages
RM25.00 / S$17.50

 

" Dulu kita tunduk pada raja, dan patuh pada kaisar. Sekarang kita hanya tunduk pada kebenaran dan patuh kepada cinta." Itulah sepenggal kata Kahlil Gibran yang sering dijadikan semboyan. Tapi itu bukan sekadar semboyan, sejarah menunjukkan, bahwa melalui sastra setiap bangsa membangun negara dan kebudayaannya. Gibran memanfaatkan karya sastra itu agar kita bisa menciptakan negara yang abadi, dan mencintainya setulus hati. Dia mengajak kita tunduk kepada kebenaran dan patuh kepada cinta. Sedangkan kita tahu bahwa kebenaran dan cinta membuka peluang untuk di tafsirkan dan dihidupi secara merdeka.

 

Kamus Kejahatan Orba: Cinta Tanahair dan Bangsa

Harsutejo
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9789793731926
326 Pages
RM26.00 / S$18.20



Sebagai sebuah buku yang membeberkan sederetan dosa kejahatan super hebat rezim Orde Baru dengan sangat rinci dan lengkap serta terus lestari bahkan sampai kepergian Soeharto, penulis membawa setiap pembaca pada suatu persimpangan. Pertama, pembaca melihat jalan gelap hari depan Indonesia sebab tak mungkin lagi dapat menangani kejahatan warisan Orde Baru Soeharto. Kedua, pembaca justru menjadi tahu duduk perkara dan akar-akar kejahatan Orde Baru, seraya dapat mencarikan obat penyembuhannya serta dengan begitu memiliki optimisme hari depan Indonesia yang lebih cerah. Tentu saja penulisnya mengharapkan buku ini untuk tujuan kedua. Baginya jalan mencari dan mencapai suasana cerah masa depan Indonesia adalah dengan memasuki sejarah. Sebab kejahatan Orde Baru Soeharto dibangun dengan kebohongan dan penggelapan sejarah yang dicekokkan secara refresif. Dalam konteks ini melawan warisan kejahatan Orde Baru adalah perjuangan melawan akrobat bahasa dan logika tanpa nalar serta melawan amnesia sejarah yang dibikin secara sengaja. Dan celakanya dipelihara terus sampai sekarang. Sungguh, melawan represi adalah melawan lupa.

 

Menjadi Tjamboek Berdoeri: Memoar Kwee Thiam Tjing

Arief W. Djati & Ben Anderson
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9789793731841
256 Pages
RM32.00 / S$22.40



Memoar Tjamboek Berdoeri alias Kwee Thiam Tjing ini semula merupakan serial tulisan di mendiang Indonesia Raya. Ditulis mulai 22 Juli 1971 dan berakhir 28 Juli 1973 sebagai kenangan dia selama periode Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda sampai awal Kemerdekaan Indonesia. Meskipun banyak mengambil bahan dari bukunya Indonesia dalem Api dan Bara, tetapi karyanya ini adalah sesuatu yang lain dan merupakan semacam "kelanjutan" Indonesia dalem Api dan Bara. Para pembaca secara lebih terbuka akan lebih mengetahui dinamika yang berlangsung di dalam jaman-jaman genting Indonesia. Apalagi nama-nama yang disembunyikan di dalam Indonesia dalem Api dan Bara, kebanyakan dibuka dalam buku ini.
 

Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta 1945-1949

Robert Cribb

Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9786029625653
304 Pages

RM32.00 / S$22.40

 

Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta adalah kajian mendalam pertama mengenai salahsatu milisi rakyat yang bergabung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia pada 1945. Buku ini menelusuri riwayat Lasykar Rakyat Jakarta Raya sejak asal-usulnya, yaitu para penjahat kecil-kecilan, juragan buruh di perkampungan kumuh di Jakarta dan perkebunan-perkebunan feodal pinggiran Jakarta, hingga kehancurannya di tangan tentara Indonesia pada akhir 1940-an. Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta memperkenalkan karakter-karakter tak terduga namun menarik, dari Jenderal Mustopo si pemakan kucing dan Haji Darip si kepala batu hingga gerombolan bandit yang mengabdi pada Belanda sebagai pasukan HAMOT.


Soeharto di bawah Militerisme Jepang
David Jenkins
Publisher: Komunitas Bambu
Year: 2010
ISBN: 9789793731919
249 Pages

RM32.00 / S$22.40

 

Kajian baru ini menguak tabir yang menyelimuti karier militer Soeharto selama masa pendudukan Jepang, memperjelas ganbaran kesatuan yang membantu pembentukan sosok yang kelak menjadi Presiden Indonesia kedua itu. Pada 1942, setelah putus asa karena mengganggur dan menutup-nutupi kenyatan bahwa dirinya adalah mantan anggota KNIL (Koninklijke Nederlandsch-Indisch Leger), Soeharto bergabung dalam kesatuan kepolisian di bawah Jepang, selama 12 bulan (bukan enam bulan sebagaimana ditulis dalam biografinya) bertugas sebagai pembantu kepercayaan kepala polisi Jepang di Yogyakarta, ia mengamati perilaku arogan dan brutal para politi Jepang. Kemudian Soeharto bergabung dalam Peta, tentera pertahanan sukarela Jawa. Ketika itu Jawa berada dalam cengkaraman militerisme Jepang, dikuasai Tentera ke-16 AD yang mengeksploitasi pulau itu tanpa ampun, yang menuntut korban nyawa dan kesengsaraan rakyat yang begitu mengerikan. Soeharto muda yang begitu dipercaya karena ketekunan, kecerdasan, kecakapan, kepatuhan dan ketenangannya, mendapatkan tugas-tugas yang sangat sensitif. Tetapi dia, seperti kawan-kawannya di Peta, sadar kembali dan marah atas kekasaran serta kekejaman Jepang. David Jenkins, peneliti terkenal yang menyelidiki masa awal kehidupan Soeharto dalam semua aspeknya, mengamati sejauh mana Soeharto dibentuk oleh praktik militer Jepang. Jenkins juga menunjukkan begitu banyaknya pelatihan militer yang dialami Soeharto, baik pada masa kolonialisme Belanda maupun ketika pendudukan Jepang, telah membentuk jalan bagi keberhasilan karir militernya.

 

Sukarno & Modernisme Islam

M. Ridwan Lubis
Publisher: Komunitas Bambu

Year: 2010
ISBN: 9789793731834
341 Pages
RM35.00 / S$24.50

 

Apakah Islam bagi Bung Karno? Pada awalnya Islam adalah sebuah energi politik pembebasan. Bung Karno memandang Islam lebih sebagai satu elemen dalam perjuangan antikolonial. " Islam is progress. Islam itu kemajuan, " tulis Bung Karno dalam salahsatu Surat-Surat Islam dari Endeh, hasil korespondensinya dengan T.A. Hasan, tokoh Persis (Persatuan Islam) di Bandung. Pilihan yang dianjurkan Bung Karno adalah: " Rasionalisme diminta kembali duduk di atas singgahsana Islam". Bung Karno lebih berbicara preskriptif, tentang Islam yang seharusnya. Dengan semangat yang bergelora, ia cenderung untuk mengemukakan bahwa Islam yang seharusnya itu adalah hakikat Islam itu sendiri.

 

 

To purchase these and/or any other Gerakbudaya/SIRD titles, you may:

 

a) Drop by our showroom at the following address:

           No. 11, Lorong 11/4E

 46200 Petaling Jaya,

 Selangor, Malaysia

 Tel: (603) 7957 8343/8342

 Fax: (603) 7954 9202

 


 

c) Send us an email at sird@streamyx.com or gerakbudaya@pd.jaring.my

 

d) Get it from all major bookstores throughout Malaysia

 

Thank you for your kind interest and support.

GB Gerakbudaya Enterprise Sdn Bhd

Categories

Pengikut