Statement Solidaritas untuk Perjuangan Kelas Buruh Burma

Perhimpunan Rakyat Pekerja (Indonesia), Parti Sosialis Malaysia, Singapore Democratic Party, Socialist Alternative (Australia), Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Socialist Workers (Selandia Baru), Socialist Alliance (Australia), Young Democrats (Singapura), Partido ng Manggangawa (Philippine), Congress of South African Trade Unions, Partido Lakas ng Masa (Philippine)

Buruh di pabrik sepatu Taiyi dan pabrik garmen Opal 2 mulai melakukan pemogokan pada hari senin, 8 Februari 2010. Mereka menuntut kenaikan upah mereka yang saat ini sebesar 10.000 Kyat (US$ 10), pengurangan jam kerja dan peraturan mengenai tempat yang bersih untuk makan. Pemogokan dimulai di pabrik garmen Mya Fashion di Zone Industri No 3 di Kabupaten Hlaing Thrayar, Rangoon.

Sekarang para buruh tersebut diblokade oleh truk polisi anti huru hara, setidaknya 50 truk lengkap dengan polisi anti huru hara membawa senjata api dan tameng diturunkan. Para buruh dicegak meninggalkan zone industry dan tidak seorangpun diijinkan masuk. Polisi mengamankan jalan-jalan yang menuju Zona Industri Hlaingtharyar, sekitar 11 km diluar kota terbesar Burma, Yangon.

Secara keseluruhan kondisi perburuhan di Burma sangat buruk. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan Rejim berkuasa yang pro terhadap modal asing dengan mengandalkan upah rendah dan kondisi kerja yang tidak layak. Sementara itu sama seperti hak-hak demokratis masyarakat lainnya, hak-hak demokratis kelas buruh seperti kebebasan untuk membangun serikat buruh juga ditindas.

Kebangkitan kelas buruh di Burma adalah tanda yang sangat baik atas kemungkinan terjadinya perubahan fundamental di Burma. Kebangkitan tersebut harus mendapatkan dukungan solidaritas dari semua gerakan rakyat di Burma maupun ditingkatan internasional. Oleh karena itu kami organisasi yang bertanda tangan dibawah mendukung perjuangan kelas buruh Burma dan menuntut:

a. Tuntutan para buruh yang mogok harus segera dipenuhi.

b. Menolak segala bentuk represi terhadap para buruh yang menuntut hak-haknya.

c. Kebebasan bagi kelas buruh untuk membangun serikat buruh yang independen dan termasuk membuat partai politik

Kami juga menyatakan dukungan sepenuhnya kepada rakyat Burma untuk membangun Burma yang demokratis. Karena hanya dengan Burma yang demokratis maka kesejahteraan dan keadilan dapat dicapai.

Jika anda ingin ikut menandatangani statement ini, silahkan hubungi: international@prp-indonesia.org



Solidarity Statement for the Struggle of Burma Working Class

Working Peoples Association (Indonesia), Singapore Democratic Party, Socialist Party of Malaysia, Socialist Alternative (Australia), Confederation Congress of Indonesia Union Alliance, Socialist Workers (New Zealand), Socialist Alliance (Australia), Young Democrats (Singapore), Partido ng Manggangawa (Philippine), Congress of South African Trade Unions, Partido Lakas ng Masa (Philippine)

Workers at the Taiyi shoe factory and Opal 2 garment factory began a strike on Monday, 8 February 2010. They are demanding an increase in salary of 10.000 Kyat (US$ 10), a reduction of working hours and the provision of a clean space for meal. The strike started in the Mya Fashion garment factory in No. 3 Factory Zone of Rangoon’s Hlaing Thrayar Township.

Now they are being blocked by riot police trucks, at least 50 trucks packed with riot police carrying assault rifles and shields were dispatched. They are prevented from leaving the factory zone and no one has been allowed to enter. Police securing roads surrounding the Hlaingtharyar Industrial Zone, about 11 km outside the biggest city, Yangon.

Overall the working condition in Burma is worse. The Burmese military regime is pro foreign capital and depends on cheap wage and deplorable working condition to attract foreign investments. Like other democratic rights in Burma, the democratic rights of workers like freedom to form trade unions is also being repressed.

The rise of working class is a good sign for the possibility of fundamental changes in Burma. The rise of working class should be supported by all peoples' movements in Burma and internationally. Seeing that we the undersigned organizations and political parties support the struggle of Burma's working class and demand:

1. The workers' just demands must be fulfilled

2. Reject any form of repression of workers

3. Full democratic rights for the workers including the right to organize, build independent trade union and to form political parties.

We declare our fullest support to the People of Burma to build a democratic Burma. Because only with a democratic Burma prosperity and justice can be achieved.

If your organization want to sign this joint statement, please contact: international@prp-indonesia.org



--
visit our website at
http://parti-sosialis.org

Categories

Pengikut